teks:sn:sn1:sn1.2

SN 1.2: Nimokkha Sutta - Pembebasan

Diterjemahkan dari pāḷi oleh Bhikkhu Ñāṇamoli dan Bhikkhu Bodhi


<3> Di Sāvatthī. Ketika malam telah larut, satu devatā tertentu yang keindahan memesona, menerangi seluruh Hutan Jeta, mendatangi Sang Bhagavā. Setelah mendekat, ia bersujud kepada Sang Bhagavā, berdiri di satu sisi, dan berkata kepada Beliau:

“Tahukah Engkau, Yang Mulia, pembebasan, pelepasan, keterasingan bagi makhluk-makhluk?”1)

“Aku tahu, teman, pembebasan, pelepasan, keterasingan bagi makhluk-makhluk.”

“Tetapi dengan cara apakah, Yang Mulia, engkau mengetahui pembebasan, pelepasan, keterasingan bagi makhluk-makhluk?”

[Sang Bhagavā:]

“Dengan kehancuran total dari kegembiraan akan penjelmaan,2)
Dengan padamnya persepsi dan kesadaran,
Dengan lenyapnya dan tenangnya perasaan: <4>
Demikianlah, teman, Aku mengetahui bagi makhluk-makhluk –
Pembebasan, pelepasan dan keterasingan.”3)
1)
Sattānaṃ nimokkhaṃ pamokkhaṃ vivekaṃ. Spk: “Pembebasan (nimokkha) adalah Sang Jalan, karena makhluk-makhluk yang terbebas dari belenggu kekotoran oleh Sang Jalan; kebebasan (pamokha) adalah buahnya, karena pada saat berbuah makhluk-makhluk terbebas dari belenggu kekotoran; keterasingan (viveka) adalah Nibbāna, karena ketika mereka mencapai Nibbàna makhluk-makhluk terpisah dari segala penderitaan. Atau, dengan kata lain, ketiganya adalah sebutan bagi Nibbāna: karena setelah mencapai Nibbāna, makhluk-makhluk terbebaskan, terlepaskan, terpisah dari segala penderitaan.” Kata-kata yang sesungguhnya dari syair ini sepertinya lebih sesuai dengan alternatif ke dua.
2)
Spk mengemas: Nandībhavaparikkhayā ti nandīmūlakassa kammabhavassa parikkhayena; nandiyā ca bhavassa cā ti pi vaṭṭati;Dengan kehancuran-kegembiraan-pada-penjelmaan: dengan kehancuran total penjelmaan proses-kamma yang berakar pada kegembiraan; juga boleh memahami makna ini sebagai ‘(kehancuran) kegembiraan dan penjelmaan.’” Akan tetapi, akan lebih masuk akal, menafsirkan tiga-istilah tappurisa ini sebagai gabungan terbalik yang ditempatkan secara tidak beraturan mungkin karena tuntutan syair. Interpretasi ini dikonfirmasi oleh Pj II 469, 14 dan Dhp-a IV 192, 7-8 dalam kemasannya atas kata majemuk bahubbihi yaitu nandībhava parikkhīṇaṃ sebagai tisu bhavesu parikkhīṇataṇhaṃ;” seorang yang telah menghancurkan keinginan terhadap tiga alam kehidupan.” Baca juga di bawah v.300c dan n.165.
3)
Dalam syair ini hanya dua pāda pertama yang sesuai dengan irama (Vatta) yang dikenali, yang mengisyaratkan bahwa syair ini cacat. Ee2 memperbaiki pāda ke tiga dan menambahkan satu baris yang ditemukan hanya pada Lanna ms dalam sebuah kata baru: vedanānam nirodhā ca/ upasanto carissatī ti. Ia kemudian memperlakukan tiga pāda dari edisi lainnya sebagai prosa. Akan tetapi, ini, mengubah makna dari syair itu sedemikian sehingga tidak lagi menjawab pertanyaan itu secara langsung.
Spk: Dalam penjelasan metode pertama, kegembiraan dalam penjelmaan ((nandibhava, atau, mengikuti kemasannya: “kehidupan yang berakar pada kegembiraan”), sebagai tiga aktivitas bentukan kamma (tividhakammābhisaṅkhāra – baca 12:51), menyiratkan kelompok bentukan kehendak (saṇkhārakkhandha); persepsi dan kesadaran menyiratkan dua kelompok yang berhubungan dengannya; dan dengan menyebutkan ini, perasaan yang berhubungan tiga kelompok itu juga termasuk. Dengan demikian, dengan tidak adanya empat kelompok batin yang aktif karena kamma (anupādiṇṇaka-arūpakkhandhā), “Nibbāna dengan sisa” (sa-upadisesa-nibbāna) dijelaskan. Melalui frasa dengan lenyapnya dan tenangnya perasaan (vedanānaṃ nirodhā upasamā), perasaan yang diperoleh dari kamma (upādiṇṇaka) dijelaskan, dan dengan menyebutkan ini ketiga kelompok lainnya yang berhubungan juga tersiratkan; kelompok bentuk termasuk sebagai landasan fisik dan objeknya. Demikianlah, dengan tidak adanya kelompok-kelompok yang diperoleh karena kamma, “Nibbāna tanpa sisa” (anupādisesa-nibbāna) dijelaskan. Dalam metode ke dua (menganggap “kegembiraan” dan “penjelmaan” sebagai istilah paralel), kegembiraan menyiratkan kelompok bentukan kehendak; penjelmaan, kelompok bentuk; dan kelompok-kelompok lainnya diperlihatkan sesuai namanya masing-masing. Nibbāna ditunjukkan sebagai tidak-adanya lima kelompok ini. Demikianlah Sang Bhagavā menutup ajaranNya dengan Nibbāna itu sendiri.
Mengenai dua unsur Nibbāna, baca Pendahuluan, p.50.
teks/sn/sn1/sn1.2.txt · Terakhir diubah: oleh sumedho