teks:sn:sn1:sn1.1
Perbedaan
Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.
| Revisi selanjutnya | Revisi sebelumnya | ||
| teks:sn:sn1:sn1.1 [2025/12/09 13:50] – dibuat sumedho | teks:sn:sn1:sn1.1 [2025/12/10 02:35] (sekarang) – sumedho | ||
|---|---|---|---|
| Baris 1: | Baris 1: | ||
| ====== SN 1.1: Oghataraṇa Sutta - Menyeberangi Banjir ====== | ====== SN 1.1: Oghataraṇa Sutta - Menyeberangi Banjir ====== | ||
| - | Diterjemahkan dari pāḷi oleh Bhikkhu Bodhi | + | Diterjemahkan dari pāḷi oleh Bhikkhu Ñāṇamoli dan Bhikkhu Bodhi |
| + | |||
| + | |🗣️ [[sn1.1-pali|Pali]]| | ||
| ---- | ---- | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
| Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Kemudian, pada larut malam, satu devatā tertentu, dengan keindahan memesona, menerangi seluruh Hutan Jeta, mendatangi Sang Bhagavā. Setelah mendekat, ia bersujud kepada Sang Bhagavā, berdiri di satu sisi, dan berkata kepada Beliau: | Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Kemudian, pada larut malam, satu devatā tertentu, dengan keindahan memesona, menerangi seluruh Hutan Jeta, mendatangi Sang Bhagavā. Setelah mendekat, ia bersujud kepada Sang Bhagavā, berdiri di satu sisi, dan berkata kepada Beliau: | ||
| - | “Bagaimanakah, | + | “Bagaimanakah, |
| + | |||
| + | Kata “banjir” (//ogha//) digunakan secara metafora, tetapi di sini dengan penekanan tambahan secara teknis, untuk menunjuk kelompok ajaran empat banjir (baca **45: | ||
| + | |||
| + | “Dengan tidak berdiam diri, teman, dan dengan tidak memaksakan diri Aku menyeberangi banjir.”((// | ||
| + | |||
| + | Spk mengemas // | ||
| + | Kata kerja // | ||
| - | “Dengan | + | Spk: Sang Bhagavā dengan sengaja memberikan jawaban kabur kepada deva untuk merendahkan hatinya, karena ia kaku oleh kesombongan menganggap dirinya bijaksana. Menyadari bahwa deva itu tidak akan mampu menembus ajaran jika ia tidak mengubah sikapnya terlebih dulu, Sang Buddha bermaksud untuk membuatnya bingung dan karenanya dapat mengekang keangkuhannya. Pada saat itu, dengan rendah hati, deva itu akan memohon penjelasan |
| + | )) | ||
| “Tetapi, bagaimanakah, | “Tetapi, bagaimanakah, | ||
| - | “Ketika Aku diam, teman, maka Aku tenggelam; tetapi ketika aku memaksakan diri, maka Aku hanyut. Dengan cara inilah, teman, bahwa dengan tidak berdiam diri dan tidak memaksakan diri Aku menyeberangi banjir.”[^3] ''< | + | “Ketika Aku diam, teman, maka Aku tenggelam; tetapi ketika aku memaksakan diri, maka Aku hanyut. Dengan cara inilah, teman, bahwa dengan tidak berdiam diri dan tidak memaksakan diri Aku menyeberangi banjir.”((Penjelasan singkat Sang Buddha merujuk pada Jalan Tengah (// |
| + | )) ''< | ||
| - | \[Devatā:\] | + | [Devatā:] |
| - | > “Setelah sekian lama akhirnya aku menemukan | + | > “Setelah sekian lama akhirnya aku menemukan |
| - | > Seorang Brahmana yang telah padam sepenuhnya, | + | >Seorang Brahmana yang telah padam sepenuhnya, |
| - | > Yang dengan tidak berdiam diri, tidak memaksakan diri, | + | >Yang dengan tidak berdiam diri, tidak memaksakan diri, |
| - | > Telah menyeberangi kemelekatan pada dunia ini.”[^4] | + | >Telah menyeberangi kemelekatan pada dunia ini.”((Spk: Sang Buddha disebut seorang // |
| - | Itu adalah apa yang dikatakan oleh devatā itu.[^5] Sang Guru menyetujui. Kemudian devatā itu, berpikir, “Sang Guru setuju denganku, | + | Itu adalah apa yang dikatakan oleh devatā itu.((Spk: Ketika deva itu mendengar jawaban Sang Buddha ia mencapai Buah Memasuki-Arus.)) |
teks/sn/sn1/sn1.1.1765288207.txt.gz · Terakhir diubah: oleh sumedho
