samatha_vipassana
Perbedaan
Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.
| Revisi selanjutnya | Revisi sebelumnya | ||
| samatha_vipassana [2025/12/26 09:04] – dibuat seniya | samatha_vipassana [2025/12/27 14:10] (sekarang) – [Menurut Sutta-Sutta Awal] seniya | ||
|---|---|---|---|
| Baris 1: | Baris 1: | ||
| - | ====== Menurut Theravada Saat Ini ====== | + | ====== Samatha dan Vipassana: Sepasang Utusan Cepat ====== |
| + | |||
| + | ===== Menurut Theravada Saat Ini ===== | ||
| Dalam Theravada saat ini, istilah //samatha// dan // | Dalam Theravada saat ini, istilah //samatha// dan // | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
| Adapun **vipassana** (pandangan terang) adalah meditasi yang bertujuan untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya (istilah Buddhis-nya mencapai pandangan terang) dengan berlatih empat landasan perhatian (satipatthana), | Adapun **vipassana** (pandangan terang) adalah meditasi yang bertujuan untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya (istilah Buddhis-nya mencapai pandangan terang) dengan berlatih empat landasan perhatian (satipatthana), | ||
| - | ====== Menurut Sutta-Sutta Awal ====== | + | ===== Menurut Sutta-Sutta Awal ===== |
| Namun demikian, menurut sutta-sutta awal istilah samatha dan vipassana ternyata menunjuk pada kualitas batin yang dicapai melalui pelatihan Jalan Mulia Berunsur Delapan (JMB8) alih-alih metode meditasi yang berbeda tujuannya. Keduanya saling mendukung dan dibutuhkan untuk mencapai pencerahan, seperti yang disebutkan dalam AN 2.31 sbb: | Namun demikian, menurut sutta-sutta awal istilah samatha dan vipassana ternyata menunjuk pada kualitas batin yang dicapai melalui pelatihan Jalan Mulia Berunsur Delapan (JMB8) alih-alih metode meditasi yang berbeda tujuannya. Keduanya saling mendukung dan dibutuhkan untuk mencapai pencerahan, seperti yang disebutkan dalam AN 2.31 sbb: | ||
| Baris 31: | Baris 33: | ||
| > “Ketika ia mengetahui dan melihat demikian, pikirannya terbebas dari noda keinginan indria, bebas dari noda penjelmaan, dan dari noda ketidak-tahuan. Ketika terbebaskan, | > “Ketika ia mengetahui dan melihat demikian, pikirannya terbebas dari noda keinginan indria, bebas dari noda penjelmaan, dan dari noda ketidak-tahuan. Ketika terbebaskan, | ||
| - | Oleh sebab itu, dalam SN 35.245 samatha dan vipassana diumpamakan sebagai " | + | Oleh sebab itu, dalam SN 35.245 samatha dan vipassana diumpamakan sebagai "**sepasang utusan cepat**": |
| > “Misalkan, | > “Misalkan, | ||
| > | > | ||
| - | > “Aku membuat perumpamaan ini, bhikkhu, untuk menyampaikan sebuah makna. Ini adalah maknanya di sini: ‘Kota’: adalah sebutan untuk jasmani ini yang terdiri dari empat unsur utama, berasal-mula dari ibu dan ayah, dibangun dari nasi dan bubur, tunduk pada ketidakkekalan, | + | > “Aku membuat perumpamaan ini, bhikkhu, untuk menyampaikan sebuah makna. Ini adalah maknanya di sini: ‘Kota’: adalah sebutan untuk jasmani ini yang terdiri dari empat unsur utama, berasal-mula dari ibu dan ayah, dibangun dari nasi dan bubur, tunduk pada ketidakkekalan, |
| Demikianlah menurut sutta-sutta, | Demikianlah menurut sutta-sutta, | ||
| Baris 59: | Baris 61: | ||
| Jadi, dapat disimpulkan bahwa samatha dan vipassana sesungguhnya bukanlah metode meditasi, melainkan sepasang kualitas batin yang saling melengkapi untuk mencapai pembebasan dari noda-noda atau pencerahan (Nibbana) dan dihasilkan secara langsung dari pelatihan empat landasan perhatian, yang juga berakumulasi dari keseluruhan praktik JMB8. Oleh sebab itu, pengajaran bahwa vipassana lebih baik daripada samatha karena hanya vipassana yang bisa membawa pada pencerahan tidak didukung oleh sutta-sutta awal. | Jadi, dapat disimpulkan bahwa samatha dan vipassana sesungguhnya bukanlah metode meditasi, melainkan sepasang kualitas batin yang saling melengkapi untuk mencapai pembebasan dari noda-noda atau pencerahan (Nibbana) dan dihasilkan secara langsung dari pelatihan empat landasan perhatian, yang juga berakumulasi dari keseluruhan praktik JMB8. Oleh sebab itu, pengajaran bahwa vipassana lebih baik daripada samatha karena hanya vipassana yang bisa membawa pada pencerahan tidak didukung oleh sutta-sutta awal. | ||
| - | ====== Catatan Tambahan | + | ===== Catatan Tambahan ===== |
| - | 1. Dalam **AN 4.170 Yuganaddha Sutta** disebutkan bahwa terdapat 4 jalan atau metode mencapai Kearahantaan (pencerahan sebagai Arahant), yaitu (1) mengembangkan pandangan terang (vipassana) yang didahului ketenangan (samatha), (2) mengembangkan ketenangan yang didahului pandangan terang, (3) mengembangkan pandangan terang dan ketenangan secara bersamaan, dan (4) mengatasi pikiran yang dicengkeram kegelisahan terhadap Dhamma. Jalan/ | + | ==== Metode Vipassana Kering dalam Yuganaddha Sutta (AN 4.170) ==== |
| + | |||
| + | Dalam AN 4.170 Yuganaddha Sutta disebutkan bahwa terdapat 4 jalan atau metode mencapai Kearahantaan (pencerahan sebagai Arahant), yaitu (1) mengembangkan pandangan terang (vipassana) yang didahului ketenangan (samatha), (2) mengembangkan ketenangan yang didahului pandangan terang, (3) mengembangkan pandangan terang dan ketenangan secara bersamaan, dan (4) mengatasi pikiran yang dicengkeram kegelisahan terhadap Dhamma. Jalan/ | ||
| Namun jika dilihat dari latar belakang sutta tersebut yang dikotbahkan Bhikkhu Ananda tanpa menyebutkan keberadaan Sang Buddha (yang berarti kemungkinan kotbah ini diberikan setelah wafatnya Buddha), maka metode terakhir ini mengacu pada kejadian bagaimana Bhikkhu Ananda mencapai Kearahantaan pada malam sebelum Konsili Buddhis I yang diadakan tiga bulan setelah wafatnya Sang Buddha, di mana ia merasa gelisah karena menjadi satu-satunya peserta konsili yang belum mencapai kesucian Arahant dan masih Sotapanna lalu ia bermeditasi sampai larut malam, tetapi tidak mencapai kemajuan apa pun; ketika ia memutuskan untuk beristirahat, | Namun jika dilihat dari latar belakang sutta tersebut yang dikotbahkan Bhikkhu Ananda tanpa menyebutkan keberadaan Sang Buddha (yang berarti kemungkinan kotbah ini diberikan setelah wafatnya Buddha), maka metode terakhir ini mengacu pada kejadian bagaimana Bhikkhu Ananda mencapai Kearahantaan pada malam sebelum Konsili Buddhis I yang diadakan tiga bulan setelah wafatnya Sang Buddha, di mana ia merasa gelisah karena menjadi satu-satunya peserta konsili yang belum mencapai kesucian Arahant dan masih Sotapanna lalu ia bermeditasi sampai larut malam, tetapi tidak mencapai kemajuan apa pun; ketika ia memutuskan untuk beristirahat, | ||
| Baris 67: | Baris 71: | ||
| Mengingat Bhikkhu Ananda sebelumnya adalah seorang Sotapanna yang telah menyempurnakan praktik JMB8 sehingga tentu saja memiliki kualitas samatha dan vipassana, maka tidak tepat mengatakan metode keempat ini sebagai metode vipassana kering (hanya mengandalkan vipassana saja). Selengkapnya bisa dibaca juga dalam [[https:// | Mengingat Bhikkhu Ananda sebelumnya adalah seorang Sotapanna yang telah menyempurnakan praktik JMB8 sehingga tentu saja memiliki kualitas samatha dan vipassana, maka tidak tepat mengatakan metode keempat ini sebagai metode vipassana kering (hanya mengandalkan vipassana saja). Selengkapnya bisa dibaca juga dalam [[https:// | ||
| - | 2. Satipatthana Sutta dalam MN 10[9] | + | ==== Pengulangan Vipassana dalam Satipatthana Sutta ==== |
| - | maupun versi yang lebih panjang dalam DN 22 (Mahasatipatthana Sutta)[10] | + | |
| - | menyatakan bahwa empat landasan perhatian merupakan praktik pengembangan vipassana dengan mengatakan "di sini ia berdiam merenungkan muncul dan lenyapnya jasmani …" dalam bagian pengulangannya. Namun demikian kalimat pengulangan vipassana ini tidak muncul dalam versi paralel Satipatthana Sutta yang ditemukan dalam teks Agama (yaitu Madhyama Agama/MA 98[11] | + | Satipatthana Sutta dalam [[https:// |
| - | dan Ekottarika Agama/EA 12.1[12] | + | |
| - | ). Kedua versi paralel Agama ini menyatakan bahwa pengembangan empat landasan perhatian atau empat penegakan perhatian adalah untuk melenyapkan lima rintangan (nivarana). Karena lima rintangan harus ditinggalkan untuk mencapai jhana, maka ini menegaskan kembali bahwa latihan empat landasan perhatian sesungguhnya memang untuk memgembangkan samatha, sesuai dengan kutipan MN 44 di atas. | + | |
samatha_vipassana.1766739840.txt.gz · Terakhir diubah: oleh seniya
