Wiki DhammaCitta

Buddhisme Indonesia

Alat Pengguna

Alat Situs


samatha_vipassana

Perbedaan

Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.

Tautan ke tampilan pembanding ini

Kedua sisi revisi sebelumnyaRevisi sebelumnya
samatha_vipassana [2025/12/27 14:08] – [Samatha dan Vipassana: Metode Meditasi?] seniyasamatha_vipassana [2025/12/27 14:10] (sekarang) – [Menurut Sutta-Sutta Awal] seniya
Baris 33: Baris 33:
 >    “Ketika ia mengetahui dan melihat demikian, pikirannya terbebas dari noda keinginan indria, bebas dari noda penjelmaan, dan dari noda ketidak-tahuan. Ketika terbebaskan, muncullah pengetahuan: ‘Terbebaskan.’ Ia memahami: ‘Kelahiran telah dihancurkan, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak akan ada lagi penjelmaan menjadi kondisi makhluk apapun.’ >    “Ketika ia mengetahui dan melihat demikian, pikirannya terbebas dari noda keinginan indria, bebas dari noda penjelmaan, dan dari noda ketidak-tahuan. Ketika terbebaskan, muncullah pengetahuan: ‘Terbebaskan.’ Ia memahami: ‘Kelahiran telah dihancurkan, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak akan ada lagi penjelmaan menjadi kondisi makhluk apapun.’
  
-Oleh sebab itu, dalam SN 35.245 samatha dan vipassana diumpamakan sebagai "sepasang utusan cepat":+Oleh sebab itu, dalam SN 35.245 samatha dan vipassana diumpamakan sebagai "**sepasang utusan cepat**":
  
 >    “Misalkan, bhikkhu, seorang raja memiliki sebuah kota perbatasan dengan benteng yang kuat, tembok-tembok, dan lengkungan, dan dengan enam gerbang. Penjaga gerbang yang ditugaskan di sana adalah orang yang bijaksana, kompeten, dan cerdas; seorang yang menolak orang asing dan menerima kenalan. Sepasang utusan cepat masuk dari timur dan bertanya kepada penjaga gerbang: ‘Di manakah, tuan, raja kota ini?’ Ia akan menjawab: ‘Ia sedang duduk di lapangan tengah.’ Kemudian sepasang utusan cepat itu menyampaikan pesan kenyataan kepada raja kota itu dan pergi melalui jalan dari mana mereka datang. Demikian pula, utusan datang dari barat, dari utara, dari selatan, menyampaikan pesan mereka dan pergi melalui jalan dari mana mereka datang. >    “Misalkan, bhikkhu, seorang raja memiliki sebuah kota perbatasan dengan benteng yang kuat, tembok-tembok, dan lengkungan, dan dengan enam gerbang. Penjaga gerbang yang ditugaskan di sana adalah orang yang bijaksana, kompeten, dan cerdas; seorang yang menolak orang asing dan menerima kenalan. Sepasang utusan cepat masuk dari timur dan bertanya kepada penjaga gerbang: ‘Di manakah, tuan, raja kota ini?’ Ia akan menjawab: ‘Ia sedang duduk di lapangan tengah.’ Kemudian sepasang utusan cepat itu menyampaikan pesan kenyataan kepada raja kota itu dan pergi melalui jalan dari mana mereka datang. Demikian pula, utusan datang dari barat, dari utara, dari selatan, menyampaikan pesan mereka dan pergi melalui jalan dari mana mereka datang.
 > >
->    “Aku membuat perumpamaan ini, bhikkhu, untuk menyampaikan sebuah makna. Ini adalah maknanya di sini: ‘Kota’: adalah sebutan untuk jasmani ini yang terdiri dari empat unsur utama, berasal-mula dari ibu dan ayah, dibangun dari nasi dan bubur, tunduk pada ketidakkekalan, menjadi tua dan usang, menjadi hancur dan berserakan. ‘Enam gerbang’: ini adalah sebutan untuk enam landasan indria internal. ‘Penjaga gerbang’: ini adalah sebutan untuk perhatian. ‘Sepasang utusan cepat’: ini adalah sebutan untuk ketenangan dan pandangan terang. ‘Raja kota’: ini adalah sebutan untuk kesadaran. ‘Lapangan tengah’: ini adalah sebutan untuk empat unsur utama—unsur tanah, unsur air, unsur panas, unsur angin. ‘Pesan kebenaran’: ini adalah sebutan untuk Nibbāna. ‘Jalan dari mana mereka datang’: ini adalah sebutan untuk Jalan Mulia Berunsur Delapan: yaitu, Pandangan Benar … Konsentrasi Benar.”[4]+>    “Aku membuat perumpamaan ini, bhikkhu, untuk menyampaikan sebuah makna. Ini adalah maknanya di sini: ‘Kota’: adalah sebutan untuk jasmani ini yang terdiri dari empat unsur utama, berasal-mula dari ibu dan ayah, dibangun dari nasi dan bubur, tunduk pada ketidakkekalan, menjadi tua dan usang, menjadi hancur dan berserakan. ‘Enam gerbang’: ini adalah sebutan untuk enam landasan indria internal. ‘Penjaga gerbang’: ini adalah sebutan untuk perhatian. ‘Sepasang utusan cepat’: ini adalah sebutan untuk ketenangan dan pandangan terang. ‘Raja kota’: ini adalah sebutan untuk kesadaran. ‘Lapangan tengah’: ini adalah sebutan untuk empat unsur utama—unsur tanah, unsur air, unsur panas, unsur angin. ‘Pesan kebenaran’: ini adalah sebutan untuk Nibbāna. ‘Jalan dari mana mereka datang’: ini adalah sebutan untuk Jalan Mulia Berunsur Delapan: yaitu, Pandangan Benar … Konsentrasi Benar.”
  
 Demikianlah menurut sutta-sutta, kualitas samatha dan vipassana sama-sama dibutuhkan untuk mencapai pencerahan. Ini pun ditegaskan dalam Dhammapada syair 372 sbb: Demikianlah menurut sutta-sutta, kualitas samatha dan vipassana sama-sama dibutuhkan untuk mencapai pencerahan. Ini pun ditegaskan dalam Dhammapada syair 372 sbb:
samatha_vipassana.1766844499.txt.gz · Terakhir diubah: oleh seniya