Wiki DhammaCitta

Buddhisme Indonesia

Alat Pengguna

Alat Situs


kritik_teks_konsili_pertama

Perbedaan

Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.

Tautan ke tampilan pembanding ini

Kedua sisi revisi sebelumnyaRevisi sebelumnya
Revisi selanjutnya
Revisi sebelumnya
kritik_teks_konsili_pertama [2025/12/13 10:18] – [Kesimpulan] seniyakritik_teks_konsili_pertama [2025/12/13 10:58] (sekarang) – [Pemilihan Anggota Konsili dan Pencapaian Kearahanttaan Ānanda] seniya
Baris 17: Baris 17:
 **Pengantar EĀ**: Karena khawatir Dharma akan lenyap setelah kematian Sang Buddha, Mahākassapa berinisiatif mengumpulkan dan menyusun ajaran-ajaran Buddha. **Pengantar EĀ**: Karena khawatir Dharma akan lenyap setelah kematian Sang Buddha, Mahākassapa berinisiatif mengumpulkan dan menyusun ajaran-ajaran Buddha.
  
-===== Pemilihan Anggota Konsili dan Pencapaian Kearahanttaan Ānanda =====+===== Pemilihan Anggota Konsili dan Pencapaian Kearahantaan Ānanda =====
  
 **Theravāda**: Mahākassapa memilih 499 Arahant dan kemudian mereka menganjurkan agar mengikutsertakan Ānanda, sebab walaupun belum mencapai kesempurnaan, Ānanda paling dekat dan banyak menghafal khotbah-khotbah Buddha, dan Mahākassapa menyetujuinya. Sudarsana Vibhasa menjelaskan Mahākassapa ingin melindungi persamuhan dari ketidak-murnian. Ānanda dikatakan mencapai Arahatta pada malam sebelum konsili dalam posisi unik yang tidak dalam Iriyapatha: ketika ia akan berbaring, kakinya telah terangkat dari tanah namun kepalanya belum menyentuh bantal. **Theravāda**: Mahākassapa memilih 499 Arahant dan kemudian mereka menganjurkan agar mengikutsertakan Ānanda, sebab walaupun belum mencapai kesempurnaan, Ānanda paling dekat dan banyak menghafal khotbah-khotbah Buddha, dan Mahākassapa menyetujuinya. Sudarsana Vibhasa menjelaskan Mahākassapa ingin melindungi persamuhan dari ketidak-murnian. Ānanda dikatakan mencapai Arahatta pada malam sebelum konsili dalam posisi unik yang tidak dalam Iriyapatha: ketika ia akan berbaring, kakinya telah terangkat dari tanah namun kepalanya belum menyentuh bantal.
Baris 88: Baris 88:
  
 Dari perbedaan mengenai kompilasi kitab suci, kemungkinan besar pada masa konsili pertama belum dilakukan pengategorian berdasarkan Digha, Majjhima, dan seterusnya. Setiap sekte berusaha memasukkan komposisi kanon mereka masing-masing ke dalam narasi konsili pertamanya. Perbedaan ketegori "Khuddaka" sebagai nikaya/agama atau pitaka juga menambah kerumitan. Perbedaan kronologi dan detail lainnya yang kadang sangat jauh juga mengindikasikan pengembangan kisah yang terjadi setelah masa perpecahan sekte. Namun di samping perbedaan-perbedaan, juga terdapat gambaran umum yang sama seperti pertemuan dilakukan segera setelah wafat Buddha, Ananda mencapai Arahant, dan tuduhan terhadap Ananda. Kemungkinan ini adalah catatan pertemuan pertama Sangha awal segera setelah wafatnya Sang Buddha walaupun pertemuan itu hanya membahas masalah Vinaya (aturan minor yang diamanatkan untuk dihapus oleh Sang Buddha sebelum wafatnya) dan bukan penyusunan kanon/ajaran (Dhamma). Dari perbedaan mengenai kompilasi kitab suci, kemungkinan besar pada masa konsili pertama belum dilakukan pengategorian berdasarkan Digha, Majjhima, dan seterusnya. Setiap sekte berusaha memasukkan komposisi kanon mereka masing-masing ke dalam narasi konsili pertamanya. Perbedaan ketegori "Khuddaka" sebagai nikaya/agama atau pitaka juga menambah kerumitan. Perbedaan kronologi dan detail lainnya yang kadang sangat jauh juga mengindikasikan pengembangan kisah yang terjadi setelah masa perpecahan sekte. Namun di samping perbedaan-perbedaan, juga terdapat gambaran umum yang sama seperti pertemuan dilakukan segera setelah wafat Buddha, Ananda mencapai Arahant, dan tuduhan terhadap Ananda. Kemungkinan ini adalah catatan pertemuan pertama Sangha awal segera setelah wafatnya Sang Buddha walaupun pertemuan itu hanya membahas masalah Vinaya (aturan minor yang diamanatkan untuk dihapus oleh Sang Buddha sebelum wafatnya) dan bukan penyusunan kanon/ajaran (Dhamma).
 +
 +===== Sumber Bacaan =====
 +
 +  * Teitaro Suzuki, //The First Buddhist Council//, 1904.
 +  * J. Przyluski, //Le Concile De Rajagrha//, 1926.
 +  * André Bareau, //Les premiers conciles bouddhiques//, 1955.
 +  * Erich Frauwallner, //The Earliest Vinaya and the Beginnings of Buddhist Literature//, 1956.
 +  * C.S. Prebish, //A Review of Scholarship on The Buddhist Councils//, 1974.
 +  * La Valée Poussin, //The Buddhist Councils//, 1976.
 +  * Amarnath Thakur, //Buddha and Buddhist Synods in India and Abroad//, 1996.
 +  * Anālayo, //The Dawn of Abhidharma//, 2014.
 +  * Charles Patton, //[[https://canon.dharmapearls.net/01_agama/ekottarika/01/EA_01_01.html|The Numerical Discourses (Ekottarika Āgama) - Chapter 1: Introduction]]//, 2023 
kritik_teks_konsili_pertama.1765621108.txt.gz · Terakhir diubah: oleh seniya