Wiki DhammaCitta

Buddhisme Indonesia

Alat Pengguna

Alat Situs


isi_kosong

Perbedaan

Ini menunjukkan perbedaan antara versi yang terpilih dengan versi yang sedang aktif.

Tautan ke tampilan pembanding ini

Kedua sisi revisi sebelumnyaRevisi sebelumnya
Revisi selanjutnya
Revisi sebelumnya
isi_kosong [2025/12/07 07:14] – [Lima Skandha sebagai Kekosongan atau Ilusi dalam Teks Buddhis Awal] seniyaisi_kosong [2025/12/26 08:33] (sekarang) – [Sumber Tekstual Mahayana yang Lebih Tua] seniya
Baris 1: Baris 1:
-====== Makna Kutipan "Isi adalah Kosong, Kosong adalah Isi" dari Sutra Hati ======+====== Makna "Isi adalah Kosong, Kosong adalah Isi" dari Sutra Hati ======
  
 Pernyataan "isi adalah kosong, kosong adalah isi" merupakan salah terjemahan dari Sutra Mahayana berjudul Prajnaparamita Hrdaya Sutra (atau lebih dikenal sebagai Sutra Hati), yang dipopulerkan oleh film Perjalanan ke Barat/Kera Sakti (Sun Go Kong). Berikut kutipan Prajnaparamita Hrdaya Sutra dalam bahasa Sanskrit aslinya: Pernyataan "isi adalah kosong, kosong adalah isi" merupakan salah terjemahan dari Sutra Mahayana berjudul Prajnaparamita Hrdaya Sutra (atau lebih dikenal sebagai Sutra Hati), yang dipopulerkan oleh film Perjalanan ke Barat/Kera Sakti (Sun Go Kong). Berikut kutipan Prajnaparamita Hrdaya Sutra dalam bahasa Sanskrit aslinya:
Baris 21: Baris 21:
 ===== Sumber Tekstual Mahayana yang Lebih Tua ===== ===== Sumber Tekstual Mahayana yang Lebih Tua =====
  
-Menurut penelitian Jayarava Attwood dalam makalahnya berjudul //[[The Form is (Not) Emptiness: The Enigma of the Heart of the Heart Sutra|https://philarchive.org/archive/ATTFIN]]//, ungkapan "bentuk adalah kekosongan" dan "kekosongan adalah bentuk" dapat ditelusuri bersumber dari Prajnaparamita Sutra yang jauh lebih panjang berjudul **Pañcaviṃśatisāhasrikā Prajñāpāramitā Sūtra** (Sutra Kebijaksanaan Sempurna dalam 25.000 Baris) [untuk selanjutnya disingkat sebagai Panca]. Dalam teks ini ditemukan pernyataan sebagai berikut:+Menurut penelitian Jayarava Attwood dalam makalahnya berjudul //[[https://philarchive.org/archive/ATTFIN|The Form is (Not) Emptiness: The Enigma of the Heart of the Heart Sutra]]//, ungkapan "bentuk adalah kekosongan" dan "kekosongan adalah bentuk" dapat ditelusuri bersumber dari Prajnaparamita Sutra yang jauh lebih panjang berjudul **Pañcaviṃśatisāhasrikā Prajñāpāramitā Sūtra** (Sutra Kebijaksanaan Sempurna dalam 25.000 Baris) [untuk selanjutnya disingkat sebagai Panca]. Dalam teks ini ditemukan pernyataan sebagai berikut:
  
 >    //nānyad rūpam anyā śūnyatā// >    //nānyad rūpam anyā śūnyatā//
Baris 45: Baris 45:
 >    Subhuti: Sang Bhagavan, ilusi tidak berbeda dari bentuk (na hi anyā sā māyā anyat tad rūpam); ilusi adalah bentuk (rūpam eva māyā); bentuk adalah ilusi (māya iva rūpam). Demikian juga, Sang Bhagavan, ilusi tidak berbeda dari perasaan, persepsi, dan bentukan pikiran; perasaan, persepsi, dan bentukan pikiran adalah ilusi; ilusi adalah perasaan, persepsi, dan bentukan pikiran. Sang Bhagavan, ilusi tidak berbeda dari kesadaran; ilusi adalah kesadaran; kesadaran adalah ilusi. >    Subhuti: Sang Bhagavan, ilusi tidak berbeda dari bentuk (na hi anyā sā māyā anyat tad rūpam); ilusi adalah bentuk (rūpam eva māyā); bentuk adalah ilusi (māya iva rūpam). Demikian juga, Sang Bhagavan, ilusi tidak berbeda dari perasaan, persepsi, dan bentukan pikiran; perasaan, persepsi, dan bentukan pikiran adalah ilusi; ilusi adalah perasaan, persepsi, dan bentukan pikiran. Sang Bhagavan, ilusi tidak berbeda dari kesadaran; ilusi adalah kesadaran; kesadaran adalah ilusi.
  
-Jawaban Subhuti di atas bahwa ilusi tidak berbeda dengan bentuk bermakna sama dengan bentuk "//na anya X anya Y//", hanya berbeda konstruksi kalimat dalam Sanskrit karena perbedaan [[sandhi|https://id.wikipedia.org/wiki/Sandi_(fonologi)]]. Dengan demikian, pernyataan Asta ini merupakan sumber dari pernyataan Panca bentuk dan kekosongan bukan hal yang berbeda dengan mengganti kata "ilusi" (māyā) dengan "kekosongan" (śūnyatā). Inilah sumber asli pernyataan "bentuk adalah kekosongan, kekosongan adalah bentuk" dalam Sutra Hati.+Jawaban Subhuti di atas bahwa ilusi tidak berbeda dengan bentuk bermakna sama dengan bentuk "//na anya X anya Y//", hanya berbeda konstruksi kalimat dalam Sanskrit karena perbedaan [[https://id.wikipedia.org/wiki/Sandi_(fonologi)|sandhi]]. Dengan demikian, pernyataan Asta ini merupakan sumber dari pernyataan Panca bentuk dan kekosongan bukan hal yang berbeda dengan mengganti kata "ilusi" (māyā) dengan "kekosongan" (śūnyatā). Inilah sumber asli pernyataan "bentuk adalah kekosongan, kekosongan adalah bentuk" dalam Sutra Hati.
  
 Selain itu, kita juga menemukan hubungan antara lima skandha dan ilusi dalam **Ratnaguṇasaṃcaya Gāthā** (Rgs) yang berisi syair-syair yang merangkum ajaran Prajnaparamita dalam bab pertama syair 14 sebagai berikut: Selain itu, kita juga menemukan hubungan antara lima skandha dan ilusi dalam **Ratnaguṇasaṃcaya Gāthā** (Rgs) yang berisi syair-syair yang merangkum ajaran Prajnaparamita dalam bab pertama syair 14 sebagai berikut:
  
->    māyopamāṃ ya iha jānati pañca skandhāṃ+>    //māyopamāṃ ya iha jānati pañca skandhāṃ//
 >    Di sini ia mengetahui lima kelompok unsur kehidupan bagaikan ilusi >    Di sini ia mengetahui lima kelompok unsur kehidupan bagaikan ilusi
 > >
->    na ca māya anya na ca skandha karoti anyān+>    //na ca māya anya na ca skandha karoti anyān//
 >    Dan tidak menganggap ilusi adalah satu hal dan kelompok unsur kehidupan adalah hal lainnya; >    Dan tidak menganggap ilusi adalah satu hal dan kelompok unsur kehidupan adalah hal lainnya;
 > >
->    nānātvasaṃjñavigato upaśāntacārī+>    //nānātvasaṃjñavigato upaśāntacārī//
 >    Bebas dari persepsi keberagaman, ia berlatih dalam kedamaian; >    Bebas dari persepsi keberagaman, ia berlatih dalam kedamaian;
 > >
->    eṣā sa prajñavarapāramitāya caryā+>    //eṣā sa prajñavarapāramitāya caryā//
 >    Inilah praktik kebijaksanaan sempurna yang tertinggi. >    Inilah praktik kebijaksanaan sempurna yang tertinggi.
  
Baris 107: Baris 107:
 Tentu saja pemahaman secara teoretis ini tidak cukup untuk menembus kebijaksanaan sempurna (Prajnaparamita) yang tertinggi. Seperti yang dinyatakan dalam kutipan syair Rgs 1.14 di atas, untuk mencapai kebijaksanaan sempurna tertinggi, seseorang harus membebaskan dirinya dari persepsi keberagaman (nānātvasaṃjña/nānattasaññā) sehingga ia dapat berlatih dalam kedamaian (upaśānta). Persepsi keberagaman adalah beranekaragam persepsi yang muncul dari interaksi indria dan objeknya, yaitu berbagai jenis persepsi bentuk, suara, bebauan, rasa kecapan, sentuhan, dan pemikiran [lihat SN 14.7], yang membebani pikiran kita. Lawannnya adalah persepsi kesatuan (ekattasaññā) yang menyebabkan pikiran lebih relaks/tenang dan terpusat/terkonsentrasi. Tentu saja pemahaman secara teoretis ini tidak cukup untuk menembus kebijaksanaan sempurna (Prajnaparamita) yang tertinggi. Seperti yang dinyatakan dalam kutipan syair Rgs 1.14 di atas, untuk mencapai kebijaksanaan sempurna tertinggi, seseorang harus membebaskan dirinya dari persepsi keberagaman (nānātvasaṃjña/nānattasaññā) sehingga ia dapat berlatih dalam kedamaian (upaśānta). Persepsi keberagaman adalah beranekaragam persepsi yang muncul dari interaksi indria dan objeknya, yaitu berbagai jenis persepsi bentuk, suara, bebauan, rasa kecapan, sentuhan, dan pemikiran [lihat SN 14.7], yang membebani pikiran kita. Lawannnya adalah persepsi kesatuan (ekattasaññā) yang menyebabkan pikiran lebih relaks/tenang dan terpusat/terkonsentrasi.
  
-Untuk membebaskan diri dari persepsi keberagaman, seseorang harus berlatih memperhatikan persepsi dari yang kasar/beranekaragam menuju yang lebih halus/terpusat secara bertahap dalam meditasi kekosongan (sunnatavihara) yang dijelaskan pada MN 121 [lihat artikel [[sunyata]]]. Melalui meditasi ini seseorang mencapai ketenangan/kedamaian karena bebas dari persepsi keberagaman yang mengganggu pikiran. Dalam keadaan meditatif yang damai ini ia dapat melihat "bentuk adalah kekosongan, kekosongan adalah bentuk" secara langsung. Demikianlah dengan praktik ini ia mencapai kebijaksanaan sempurna yang tertinggi melalui pemahaman langsung.+Untuk membebaskan diri dari persepsi keberagaman, seseorang harus berlatih memperhatikan persepsi dari yang kasar/beranekaragam menuju yang lebih halus/terpusat secara bertahap dalam meditasi kekosongan (sunnatavihara) yang dijelaskan pada MN 121 [lihat artikel [[sunyata]] ]. Melalui meditasi ini seseorang mencapai ketenangan/kedamaian karena bebas dari persepsi keberagaman yang mengganggu pikiran. Dalam keadaan meditatif yang damai ini ia dapat melihat "bentuk adalah kekosongan, kekosongan adalah bentuk" secara langsung. Demikianlah dengan praktik ini ia mencapai kebijaksanaan sempurna yang tertinggi melalui pemahaman langsung.
isi_kosong.1765091671.txt.gz · Terakhir diubah: oleh seniya