<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.8" -->
<?xml-stylesheet href="https://wiki.dhammacitta.org/lib/exe/css.php?s=feed" type="text/css"?>
<rdf:RDF
    xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
    xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
    <channel rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/feed.php">
        <title>Wiki DhammaCitta</title>
        <description>Buddhisme Indonesia</description>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/</link>
        <image rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/_media/wiki/dokuwiki.svg" />
       <dc:date>2026-05-26T21:27:24+00:00</dc:date>
        <items>
            <rdf:Seq>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/anatta"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/beranda"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/greater_magadha"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/historis_nikaya"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/isi_kosong"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/jainisme"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/kebenaran_mulia"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/kritik_teks_konsili_pertama"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/kritik_tekstual"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/samatha_vipassana"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/sejarah_buddhisme"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/sidebar"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/sunyata"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/teks"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/uposatha"/>
                <rdf:li rdf:resource="https://wiki.dhammacitta.org/vinaya"/>
            </rdf:Seq>
        </items>
    </channel>
    <image rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/_media/wiki/dokuwiki.svg">
        <title>Wiki DhammaCitta</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/</link>
        <url>https://wiki.dhammacitta.org/_media/wiki/dokuwiki.svg</url>
    </image>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/anatta">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-06T02:51:45+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Anatta: Landasan Doktrinal dan Latar Belakang Historis</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/anatta</link>
        <description>Anatta: Landasan Doktrinal dan Latar Belakang Historis

Konsep Dasar Anatta (Bukan-Diri)

Konsep anatta (bukan-diri) dalam Buddhisme menjelaskan bahwa segala sesuatu bukanlah aku, diriku, dan milikku, termasuk fenomena fisik dan mental (namarupa) yang membentuk kehidupan kita. Dengan merenungkan fenomena fisik dan mental kehidupan sebagai bukan aku, diriku, dan milikku, seseorang dapat terbebaskan dari penderitaan (dukkha) dan mencapai pencerahan atau pembebasan (Nibbana/Nirvana).</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/beranda">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2026-01-01T14:00:16+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Beranda</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/beranda</link>
        <description>Beranda

Selamat datang di Wiki.DhammaCitta.org

Situs Wiki ini menyimpan rangkuman dan kompilasi tentang Buddhisme yang dikelompokkan berdasarkan topik oleh Editor Wiki DhammaCitta

----------

Buddhisme dari Pendekatan Historis

	*  Sejarah Buddhisme
	*  Brahmanisme dan Sramanisme: Manakah yang Lebih Tua?
	*  Mengenal Jainisme dan Perbandingannya dengan Buddhisme
	*</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/greater_magadha">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-11-30T15:32:11+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Brahmanisme dan Sramanisme: Manakah yang Lebih Tua?</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/greater_magadha</link>
        <description>Brahmanisme dan Sramanisme: Manakah yang Lebih Tua?

Narasi historis yang umumnya diterima oleh para sejarahwan adalah bahwa Brahmanisme merupakan agama tertua India kuno yang berasal dari kepercayaan bangsa Arya berdasarkan kitab Veda dan Sramanisme muncul kemudian sebagai reaksi atas otoritas Brahmanisme yang melemah. Narasi historis ini telah dibahas secara lengkap pada artikel</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/historis_nikaya">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2026-01-01T13:58:57+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Sejarah Terbentuknya Nikāya/Āgama</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/historis_nikaya</link>
        <description>Sejarah Terbentuknya Nikāya/Āgama

Pendahuluan

Keutamaan Nikāya/Āgama dalam Buddhisme Awal

Dalam studi Buddhisme awal, sutta-sutta dalam Nikāya-Nikāya dan paralelnya dalam Āgama menjadi sumber utama untuk menggali ajaran Buddhisme awal. Terdapat beberapa alasan mengapa Nikāya/Āgama dijadikan sumber yang lebih diutamakan dalam mempelajari Buddhisme awal/prasektarian dibandingkan teks-teks kuno Buddhis lainnya (misalnya Abhidhamma/Abhidharma dan Sutra Mahayana), yaitu:</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/isi_kosong">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-26T08:33:45+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Makna &quot;Isi adalah Kosong, Kosong adalah Isi&quot; dari Sutra Hati</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/isi_kosong</link>
        <description>Makna &quot;Isi adalah Kosong, Kosong adalah Isi&quot; dari Sutra Hati

Pernyataan “isi adalah kosong, kosong adalah isi” merupakan salah terjemahan dari Sutra Mahayana berjudul Prajnaparamita Hrdaya Sutra (atau lebih dikenal sebagai Sutra Hati), yang dipopulerkan oleh film Perjalanan ke Barat/Kera Sakti (Sun Go Kong). Berikut kutipan Prajnaparamita Hrdaya Sutra dalam bahasa Sanskrit aslinya:</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/jainisme">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-11-29T15:23:48+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Mengenal Jainisme dan Perbandingannya dengan Buddhisme</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/jainisme</link>
        <description>Mengenal Jainisme dan Perbandingannya dengan Buddhisme

Mempelajari agama secara pendekatan historis akan lebih komprehensif jika kita juga mengkaji ajaran-ajaran agama lain yang ada pada zaman yang sama atau lebih dulu muncul di daerah yang sama. Oleh sebab itu, pemahaman sejarah dan ajaran Jain sebagai salah satu aliran Sramanisme yang masih bertahan sampai saat ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana Buddhisme berkembang pada masa awalnya di India kuno.</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/kebenaran_mulia">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-26T14:00:49+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Empat Kebenaran Mulia: Penjelasan Doktrinal dan Makna Filosofis</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/kebenaran_mulia</link>
        <description>Empat Kebenaran Mulia: Penjelasan Doktrinal dan Makna Filosofis

Penjelasan Doktrinal Empat Kebenaran Mulia

Empat Kebenaran Mulia pertama kali dijelaskan Sang Buddha dalam pengajaran pertamanya kepada lima pertapa yang menjadi siswa pertamanya di Taman Rusa Isipatana di Benares. Kotbah yang dikenal dengan judul Dhammacakkappavattana Sutta (Kotbah Pemutaran Roda Dhamma) ini ditemukan dalam SN 56.11 dan juga Vinaya Pitaka bagian Mahavagga yang mengisahkan pencerahan Buddha dan penahbisan para bhi…</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/kritik_teks_konsili_pertama">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-13T10:58:04+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Analisis Kritik Tekstual terhadap Konsili Pertama</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/kritik_teks_konsili_pertama</link>
        <description>Analisis Kritik Tekstual terhadap Konsili Pertama

Konsili Buddhis pertama adalah peristiwa menurut berbagai tradisi Buddhis di mana tidak lama setelah Buddha parinibbana (beberapa minggu atau pada vassa berikutnya) para bhikkhu arahant berkumpul di Rājagaha dan merumuskan apa saja yang merupakan Ajaran dan Disiplin Buddha. Kisah ini tercatat dalam sutta tentang akhir kehidupan Buddha dan dalam Vinaya berbagai sekte awal; dalam tradisi Theravāda adalah DN16. Mahāparinibbāṇa Sutta dan Khandaka, C…</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/kritik_tekstual">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-06T02:14:59+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Metode Kritik Tekstual terhadap Teks-Teks Buddhis Awal</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/kritik_tekstual</link>
        <description>Metode Kritik Tekstual terhadap Teks-Teks Buddhis Awal

Kritik tekstual (textual criticism) adalah metode ilmiah untuk merekonstruksi bentuk teks yang paling mendekati versi aslinya dari suatu naskah/manuskrip kuno. Kritik tekstual termasuk cabang ilmu filologi, yaitu ilmu yang mempelajari naskah kuno berkaitan dengan asal mula dan sejarahnya dengan pendekatan ilmiah dan kritis. Dalam studi Buddhisme awal (</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/samatha_vipassana">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-27T14:10:32+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Samatha dan Vipassana: Sepasang Utusan Cepat</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/samatha_vipassana</link>
        <description>Samatha dan Vipassana: Sepasang Utusan Cepat

Menurut Theravada Saat Ini

Dalam Theravada saat ini, istilah samatha dan vipassana menunjuk pada 2 jenis meditasi yang berbeda metode dan tujuannya. Samatha (dalam bahasa Pali berarti ketenangan batin) adalah meditasi yang bertujuan untuk mencapai ketenangan batin dengan memusatkan perhatian/berfokus pada objek meditasi tertentu (terdapat 40 objek meditasi samatha menurut Visuddhimagga) hingga mencapai tingkat pemusatan pikiran yang disebut jhana.</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/sejarah_buddhisme">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-26T14:01:56+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Sejarah Buddhisme</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/sejarah_buddhisme</link>
        <description>Sejarah Buddhisme

Ajaran Buddha yang kini dikenal sebagai agama Buddha atau Buddhisme telah bertahan selama lebih dari 2500 tahun sejak pertama kali diajarkan oleh seorang pangeran yang kemudian menjadi pertapa dan mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi (Ficus religiosa) bernama Siddhattha Gotama (Sanskrit: Siddhartha Gautama) yang lebih dikenal sebagai Sang Buddha Gotama. Saat ini ajaran yang telah berkembang sebagai salah satu agama terbesar di dunia ini memiliki berbagai tradisi dan aliran…</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/sidebar">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-04T08:35:05+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title></title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/sidebar</link>
        <description>----------

Jaringan DhammaCitta

	*  Situs utama
		*  Teks Buddhisme

	*  Forum Diskusi</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/sunyata">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-06T06:59:42+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Konsep Kekosongan (Sunyata) dan Asal Mula Historisnya</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/sunyata</link>
        <description>Konsep Kekosongan (Sunyata) dan Asal Mula Historisnya

Konsep Kekosongan dalam Buddhisme Awal

Dalam ajaran Buddha pada masa awal, konsep sunyata adalah sama dengan konsep anatta/anatman (bukan diri) yang merupakan bantahan Sang Buddha terhadap konsep atta/atman (diri/jiwa/roh) dari Brahmanisme dan konsep jiva (jiwa) dari Sramanisme saat itu. Selengkapnya tentang pembahasan konsep anatta/anatman secara historis dapat dibaca pada artikel</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/teks">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-09T09:39:01+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Teks Buddhisme</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/teks</link>
        <description>Teks Buddhisme

Teks Buddhisme merupakan warisan yang diteruskan oleh berbagai sekte yang merupakan rujukan doktrinal dari masing-masing sekte.

Kumpulan teks tersebut dikelompokkan menjadi tiga bagian yang dikenal dengan Tipitaka/Tripitaka, yang berarti secara literal tiga keranjang.</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/uposatha">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-03T08:31:15+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Uposatha</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/uposatha</link>
        <description>Uposatha

Uposatha. Hari-hari ibadah, kata “uposatha” itu diturunkan dari kata Sansekerta “upavasatha” yang merujuk pada hari puasa sebelum dilakukan mengurbanan dalam ajaran Veda yang ada pada sebelum masa Sang Buddha .

Pada masa Sang Buddha, beberapa petapa menggunakan bulan penuh dan bulan baru untuk mengajarkan ajaran-ajaran mereka. Hari uposatha ditetapkan oleh Sang Buddha atas permintaan Raja Seniya Bimbisāra, dan Buddha menginstruksikan para bhikkhu untuk memberikan pengajaran kepada uma…</description>
    </item>
    <item rdf:about="https://wiki.dhammacitta.org/vinaya">
        <dc:format>text/html</dc:format>
        <dc:date>2025-12-04T09:06:38+00:00</dc:date>
        <dc:creator>Anonymous (anonymous@undisclosed.example.com)</dc:creator>
        <title>Vinaya</title>
        <link>https://wiki.dhammacitta.org/vinaya</link>
        <description>Vinaya

Vinaya, yang secara literal berarti disiplin atau aturan latihan, merupakan sebutan umum untuk aturan yang dituangkan dalam pātimokkha. Kata vinaya sendiri dalam teks-teks awal tidak pernah merujuk pada vinaya piṭaka ataupun teks-teks didalamnya karena dalam teks-teks awal karena memang vinaya piṭaka sendiri belum terbentuk.</description>
    </item>
</rdf:RDF>
